
Pendahuluan
Modul Toshiba pada software MRT digunakan untuk pemulihan data dan perbaikan HDD Toshiba. Setelah HDD Toshiba terhubung, kita masuk ke modul Toshiba. mrtlab
1. Membaca Firmware: ATA Port vs Terminal COM Port
Ada beberapa model HDD Toshiba yang hanya bisa membaca firmware setelah terhubung ke terminal COM port. Namun model lainnya bisa membaca firmware melalui ATA port. Dibandingkan dengan PC3000 UDMA, MRT saat ini mendukung lebih banyak model HDD Toshiba untuk membaca firmware dari ATA port. Jika HDD mendukung pembacaan firmware dari ATA port, kecepatan bacanya akan jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan terminal COM port. mrtlab
Hal ini sejalan dengan temuan dari Dolphin Data Lab, di mana HDD Toshiba dapat bekerja dalam mode ATA maupun COM. Untuk penghapusan password, perlu bekerja dalam mode COM. Dolphin Data Lab
Cara menentukan metode yang tepat:
Pilih opsi “Reading from ATA port priority” untuk menguji apakah HDD mendukung pembacaan firmware dari ATA port.
- Jika pemuatan firmware gagal → model tersebut tidak mendukung ATA port.
- Jika pemuatan firmware berhasil → model tersebut mendukung ATA port, dan kecepatan baca akan lebih cepat.
Apabila model HDD tidak mendukung ATA port, keluar dari factory module lalu masuk kembali, dan hilangkan centang pada “Reading from ATA port priority”. Setelah itu, pemuatan melalui terminal COM port akan berhasil. mrtlab
Perlu dipahami bahwa koneksi terminal ke port serial diagnostik HDD Toshiba memberikan akses langsung ke status firmware, log error, dan perintah manajemen modul. MDrepairs
2. Membaca dan Memodifikasi Modul CP
Kita dapat membaca modul CP Toshiba dari daftar CP, lalu memodifikasinya. Modul CP terletak di ROM pada PCB HDD — artinya, memodifikasi CP akan menyebabkan perubahan data ROM. mrtlab
⚠️ Catatan Penting: Terdapat checksum pada modul CP Toshiba. Setelah memodifikasi CP, hitung ulang checksumnya sebelum menulisnya kembali ke HDD. Jika checksum tidak benar, CP tidak dapat ditulis ke HDD. mrtlab
Sebagai referensi tambahan, tool perbaikan firmware Toshiba lainnya seperti DFL-SRP juga menyarankan agar pengguna membaca semua modul dan menyimpannya ke direktori kerja sebelum memulai pemulihan data. Penulisan modul dilakukan ketika modul mengalami kerusakan, namun perlu berhati-hati karena tidak semua modul dapat diperbarui. Scribd
Setelah memodifikasi data dan memeriksa hasilnya, akan terlihat bahwa checksum berubah. Selanjutnya kita dapat menulisnya kembali ke HDD dengan mengklik “Write to HDD” pada toolbar. mrtlab
3. Membaca dan Menulis Track SA (Service Area)
A. Membaca Track
Buka tool Read and Write Track. Tool ini akan menampilkan semua track di SA (Service Area). Firmware juga disimpan di SA. Pada track SA Toshiba, terutama tersimpan modul G-List dan modul SMART. mrtlab
Ini konsisten dengan informasi dari MDrepairs, bahwa kerusakan firmware yang umum terjadi pada HDD Toshiba mencakup korupsi translator, overflow G-List, dan kerusakan parameter adaptif. Arsitektur firmware Toshiba berbeda secara signifikan dari Seagate dan Western Digital, menggunakan struktur modul proprietary yang memerlukan alat khusus untuk mengaksesnya. MDrepairs
Langkah-langkah: Pilih head yang akan dibaca, pilih nomor track yang akan dibaca, kemudian mulai membaca semua track tersebut. mrtlab
B. Memahami Block Size
Perhatikan ukuran blok (block size). Ketika factory program membaca satu track penuh, ia membaca sektor per sektor. Block size adalah jumlah sektor yang dibaca sekaligus.
Contoh: jika jumlah sektor per track (SPT) adalah 800, maka default block size adalah 1 — artinya program membaca 1 sektor setiap kali, sehingga diperlukan 800 kali pembacaan. Jika block size diatur ke 10, maka hanya dibutuhkan 80 kali pembacaan. mrtlab
| Block Size | Kecepatan | Akurasi |
| Kecil (mis. 1) | Lambat | Tinggi |
| Besar (mis. 10+) | Cepat | Rendah |
⚠️ Semakin besar block size, semakin cepat kecepatan baca. Namun jika ada sektor rusak (bad sector) dalam blok tersebut, seluruh blok akan gagal dibaca dan ditandai sebagai bad block. Semakin kecil block size, semakin tinggi akurasi bacanya. mrtlab
C. Opsi Tambahan Saat Membaca
- Skip backuped tracks: Track yang sudah dibackup akan dilewati, dicek berdasarkan file track di folder penyimpanan.
- Do not filter error sectors: Sektor yang belum terinisialisasi akan dibaca secara paksa. Jika tidak dipilih, sektor dengan error baca tidak akan dibaca dan ditandai dengan tanda “!”. mrtlab
D. Hasil Pembacaan
Klik “Start Reading”, track akan dibaca dan disimpan sebagai file .trk. Error Count menunjukkan jumlah bad sector dalam track. Selain itu, juga dihasilkan file MAP yang kompatibel dengan PC3000 UDMA. File MAP menunjukkan sektor mana yang benar dan mana yang rusak. Jika data diubah ke biner: posisi bit1 = sektor yang bisa dibaca, posisi bit0 = bad block. mrtlab
4. Menulis Track SA
Dalam proses pemulihan data, firmware yang rusak biasanya diperbaiki terlebih dahulu, lalu ditulis kembali ke SA menggunakan tool penulisan track. Klik “Browse” untuk memilih folder berisi file track yang akan ditulis, pilih file yang akan ditulis, lalu mulai penulisan. mrtlab
Tips Block Size untuk penulisan: Nilai default block size adalah 1 (menulis sektor per sektor). Kita bisa mengatur block size lebih besar (misalnya 128) untuk mempercepat penulisan. Biasanya coba menulis dengan block size lebih besar terlebih dahulu. Jika terjadi error penulisan, coba lagi dengan block size yang lebih kecil. mrtlab
Sebagai referensi, tool lain seperti DFL-SRP juga mendukung operasi read/write tracks dan menyediakan fitur read/write firmware modules, edit ID, hingga operasi ROM dan SA secara lengkap. Dolphin Data Lab
Format nama file: Nomor head dan track yang akan ditulis ditentukan oleh nama file, dengan format: nomor_track_nomor_head.trk mrtlab
Ringkasan
| Fitur | Keterangan |
| Koneksi Firmware | ATA port (lebih cepat) atau COM port |
| Modul CP | Disimpan di ROM PCB, perlu hitung ulang checksum setelah modifikasi |
| Track SA | Menyimpan G-List dan SMART |
| Block Size Baca/Tulis | Kecil = akurat, Besar = cepat |
| Format File Output | .trk (data track) + .map (peta sektor) |
⚠️ Peringatan: Pemulihan data mengandung risiko tertentu. Non-profesional sebaiknya berhati-hati untuk menghindari kerusakan sekunder.
Sumber Referensi
- MRT Lab — TSB Toshiba HDD Module Repair (sumber utama) https://us.mrtlab.com/tech/toshiba/74.html
- MDrepairs — Toshiba Hard Drive Data Recovery https://mdrepairs.com/toshiba-hard-drive-data-recovery/
- Dolphin Data Lab — Toshiba/Fujitsu HDD Firmware Repair Tool Datasheet https://www.dolphindatalab.com/toshiba-fujitsu-hard-drive-firmware-repair-tool-datasheet/
- Dolphin Data Lab — DFL Toshiba HDD Repair Tool and HDD Failures https://www.dolphindatalab.com/dfl-toshiba-hdd-repair-tool-and-hdd-failures/
- Scribd / DFL — Toshiba/Fujitsu Firmware Repair Guide (PDF) https://www.scribd.com/document/437078624/SRP-Toshiba-Fujitsu-Firmware-Repairs

