
Partisi pada hard disk berfungsi untuk membagi satu media penyimpanan menjadi beberapa bagian yang dapat digunakan oleh sistem operasi. Namun, proses pengaturan ulang partisi (seperti resize, merge, atau split) memiliki risiko tinggi, terutama jika terjadi crash atau kegagalan saat proses berlangsung. Ketika hal ini terjadi, tabel partisi bisa rusak atau terhapus, sehingga seluruh disk terlihat kosong atau tidak terbaca oleh sistem.
Meskipun tampak seperti data hilang, sebenarnya file masih berada di dalam disk, hanya saja struktur atau “peta” yang menunjukkan lokasi file tersebut sudah rusak. Akibatnya, sistem tidak dapat mengenali file atau bahkan partisi sama sekali. Kondisi ini diibaratkan seperti dokumen yang berserakan tanpa susunan, sehingga sulit ditemukan meskipun masih ada.
Dalam situasi seperti ini, recovery masih memungkinkan dilakukan dengan metode pencarian berbasis file signature, yaitu mengenali pola data khas dari setiap jenis file. Software seperti R-Studio mampu melakukan pencarian mendalam untuk menemukan dan memulihkan file meskipun tanpa bantuan tabel partisi. Namun, hasil recovery biasanya tidak menyertakan nama file atau struktur folder asli, dan file yang terfragmentasi bisa sulit dipulihkan secara utuh.
Sumber ;https://www.r-studio.com/data-recovery-after-partition-manager-crash.html

