Recovery Data dari NAS

Panduan ini menjelaskan proses recovery data dari NAS berbasis RAID seperti:

  • Buffalo TeraStation
  • Buffalo LinkStation
  • Synology
  • Iomega StorCenter
  • LaCie
  • Intel NAS
  • dan NAS RAID lainnya.

Metode ini berlaku untuk:

  • kehilangan data logis,
  • file terhapus,
  • RAID corrupt,
  • metadata rusak,
  • filesystem rusak ringan.

Namun beberapa NAS proprietary seperti:

  • Drobo
    memerlukan metode khusus karena menggunakan teknologi storage berbeda seperti BeyondRAID.

Persiapan Recovery NAS

Lepaskan Hard Disk dari NAS

Drive NAS harus:

  • dicabut dari perangkat,
  • lalu dihubungkan ke PC.

Metode koneksi:

  • langsung ke motherboard,
  • USB to SATA adapter,
  • enclosure,
  • expansion card.

Sistem Operasi yang Disarankan

Disarankan menggunakan:

  • Windows

Alasannya:

  • Windows tidak menulis otomatis ke filesystem Linux NAS,
  • lebih aman untuk recovery,
  • mengurangi risiko overwrite data.

Proses Recovery dengan UFS Explorer RAID Recovery

1. Install dan Jalankan UFS Explorer RAID Recovery

Setelah dijalankan:

  • software otomatis mendeteksi seluruh disk,
  • seluruh partition NAS akan muncul di panel kiri.

Setiap disk biasanya memiliki:

  • beberapa partition sistem,
  • dan satu partition data utama.

2. Cari RAID yang Direkonstruksi Otomatis

UFS Explorer sering dapat:

  • membangun RAID otomatis dari metadata NAS.

Ciri RAID utama:

  • ukuran paling besar,
  • biasanya berisi user data.

Jika ikon RAID berwarna merah:

  • berarti array dalam kondisi degraded,
  • ada drive hilang atau rusak.

Jika RAID Tidak Terdeteksi Otomatis

3. Assemble RAID Manual

3.1 Buka RAID Builder

Klik:

  • New RAID

3.2 Tambahkan Partition Data

Yang ditambahkan:

  • partition data,
  • bukan seluruh disk.

Biasanya:

  • partition terbesar pada setiap drive.

Jika ada disk hilang:

  • gunakan placeholder.

3.3 Atur Parameter RAID

Periksa:

  • urutan disk,
  • stripe size,
  • RAID level,
  • offset,
  • parity rotation.

Sesuaikan jika perlu.

3.4 Build RAID

Klik:

  • Build this RAID

RAID virtual akan muncul di daftar storage.

4. Periksa File System

Buka partition hasil assemble:

  • cek folder,
  • preview file,
  • pastikan data terbaca normal.

Jika file corrupt:

  • parameter RAID kemungkinan salah.

5. Scan Storage

Untuk mencari:

  • file hilang,
  • file terhapus,
  • filesystem rusak.

Langkah:

  • klik:
    • Scan this storage
  • pilih filesystem yang diperlukan,
  • klik:
    • Start scan

6. Simpan Data Recovery

Setelah scan selesai:

  • pilih file/folder,
  • klik:
    • Define selection
  • lalu:
    • Save selection

Simpan ke:

  • drive lain,
  • network storage,
  • bukan source disk NAS.

Hal Penting dalam Recovery NAS

Metadata RAID Sangat Penting

Recovery bergantung pada:

  • metadata RAID,
  • urutan disk,
  • parameter RAID yang benar.

Jika metadata rusak:

  • recovery manual diperlukan.

Partition Sistem NAS

NAS Linux biasanya memiliki:

  • partition kecil untuk OS,
  • partition besar untuk user data.

Hanya partition data yang digunakan untuk recovery.

Risiko Overwrite

Jangan:

  • rebuild RAID,
  • initialize RAID,
  • format ulang,
  • menyalakan NAS berulang kali,
  • membuat volume baru.

Hal tersebut dapat:

  • menimpa metadata,
  • menghancurkan data recovery.

Kesimpulan

Recovery data dari NAS berbasis RAID dapat dilakukan menggunakan UFS Explorer RAID Recovery dengan cara:

  • membaca metadata RAID,
  • merekonstruksi array,
  • memindai filesystem,
  • dan menyalin data yang berhasil ditemukan.

Keberhasilan recovery sangat dipengaruhi oleh:

  • kondisi metadata RAID,
  • jumlah disk yang masih sehat,
  • konfigurasi RAID,
  • dan minimnya overwrite data.

Jika RAID tidak dapat dikenali otomatis:

  • RAID Builder memungkinkan rekonstruksi manual.

Untuk NAS proprietary seperti Drobo:

  • diperlukan metode recovery khusus karena menggunakan sistem storage non-standar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *