
Drobo menggunakan teknologi proprietary bernama:
- BeyondRAID
Teknologi ini:
- mirip RAID tradisional,
- tetapi konfigurasi dikelola otomatis oleh sistem,
- dapat menyesuaikan redundansi sesuai kondisi storage,
- mampu bertahan dari kegagalan hingga dua drive tergantung konfigurasi.
Namun BeyondRAID tidak melindungi data dari:
- penghapusan file,
- kerusakan software,
- metadata corrupt,
- factory reset,
- rebuild gagal,
- formatting,
- kerusakan filesystem.
Untuk recovery data:
- UFS Explorer RAID Recovery,
- Network RAID Recovery,
- atau Professional Recovery digunakan.
Versi Software yang Disarankan
Untuk hasil optimal:
- gunakan UFS Explorer versi 9.16 atau lebih baru.
Dukungan:
- RAID Recovery → hingga 5 drive,
- Professional Recovery → hingga 8 drive,
- mendukung Drobo BeyondRAID dan Accelerator Cache.
Proses Recovery Data dari Drobo
1. Lepaskan Drive dari Drobo
- Matikan perangkat Drobo.
- Cabut seluruh drive satu per satu.
- Tandai urutan drive berdasarkan slot/bay.
Urutan penting jika:
- ingin memasang kembali drive ke Drobo.
2. Hubungkan Drive ke PC
Gunakan:
- SATA motherboard,
- USB to SATA adapter,
- enclosure,
- atau expansion card.
Disarankan:
- memakai koneksi tercepat.
3. Jalankan UFS Explorer RAID Recovery
Software akan mendeteksi:
- physical disk,
- volume BeyondRAID,
- metadata Drobo.
Volume muncul sebagai:
- Drobo BeyondRAID
4. Bangun BeyondRAID dengan RAID Builder
Langkah:
- buka:
- RAID > Build RAID
- tambahkan semua drive,
- pilih:
- Drobo BeyondRAID
Jika terdapat beberapa LUN:
- tentukan nomor LUN mulai dari 0.
Setelah itu:
- klik:
- Build this RAID
5. Buka Volume dan Periksa Data
Setelah RAID berhasil dibuat:
- cari partisi yang accessible,
- buka filesystem,
- cek file dan folder.
Ukuran volume besar seperti:
- 16 TB,
- 64 TB,
adalah normal karena Drobo menggunakan: - thin provisioning virtual volume.
6. Scan untuk File Hilang
Untuk recovery file terhapus:
- gunakan:
- Scan this storage
- atur parameter scan,
- klik:
- Start scan
7. Simpan Data Recovery
Setelah scan selesai:
- pilih file yang ingin disimpan,
- klik:
- Define selection
- lalu:
- Save selection
Simpan ke:
- drive lain,
- network storage,
- bukan drive Drobo sumber.
Recovery Konfigurasi BeyondRAID yang Hilang
Jika BeyondRAID tidak dapat direkonstruksi:
- gunakan:
- Drobo BeyondRAID Assistant
Fitur ini:
- mencari metadata lama,
- menemukan konfigurasi sebelumnya,
- memulihkan virtual filesystem lama.
Kasus umum:
- factory reset,
- metadata tertimpa sebagian,
- konfigurasi baru dibuat di atas konfigurasi lama.
Cara Menggunakan Drobo BeyondRAID Assistant
Langkah:
- Buka:
- RAID > Drobo BeyondRAID Assistant
- Pilih drive yang akan dianalisis.
- Klik:
- Start scan
- Program mencari:
- metadata lama,
- zone maps,
- konfigurasi BeyondRAID.
- Pilih konfigurasi yang benar.
- Klik:
- Open
Volume akan dimount kembali untuk recovery.
Drobo dengan mSATA SSD Accelerator Cache
Beberapa model:
- Drobo 5D,
- Drobo 5N,
menggunakan: - mSATA SSD cache.
Fungsi:
- mempercepat akses file.
Masalah:
- jika shutdown mendadak,
- cache belum tersinkronisasi,
- metadata/file penting bisa tertinggal di SSD cache.
Akibat:
- BeyondRAID tidak dapat dibaca normal.
Solusi:
- gunakan:
- UFS Explorer Professional Recovery
- versi 9.14 atau lebih baru,
- yang mendukung:
- Drobo Accelerator Cache transformation.
Masalah Umum Saat Recovery Drobo
1. Tidak Ada Partition Accessible
Solusi:
- gunakan:
- Manage partitions or regions
- lalu:
- Search undetected partitions by metadata
Cari filesystem seperti:
- Ext4,
- NTFS,
- ReFS.
2. Scan Sangat Lambat
Drobo terkenal lambat saat recovery karena:
- struktur internal kompleks,
- metadata sangat banyak,
- mapping block rumit,
- thin provisioning.
Contoh:
- recovery 10 TB dapat memakan waktu hingga 10 hari.
3. Metadata atau Zone Map Rusak
Drobo menggunakan:
- zone map,
- metadata proprietary,
- virtual block mapping kompleks.
Jika metadata rusak:
- array sulit direkonstruksi,
- lokasi block tidak dapat diprediksi,
- recovery bisa gagal total.
Ini merupakan salah satu kelemahan terbesar BeyondRAID.
Kesimpulan
Drobo menggunakan teknologi proprietary BeyondRAID yang jauh lebih kompleks dibanding RAID tradisional. Sistem ini mengandalkan metadata dan zone mapping khusus untuk mengatur distribusi data dan redundansi secara otomatis.
UFS Explorer mampu:
- merekonstruksi BeyondRAID,
- membaca metadata Drobo,
- mencari konfigurasi lama,
- menangani Accelerator Cache,
- dan memulihkan file yang hilang.
Namun keberhasilan recovery sangat bergantung pada:
- kondisi metadata BeyondRAID,
- integritas zone map,
- jumlah drive yang masih tersedia,
- serta ada tidaknya overwrite atau kerusakan cache.
Recovery Drobo termasuk salah satu proses recovery RAID paling kompleks karena:
- struktur proprietary,
- dynamic block mapping,
- thin provisioning,
- dan penggunaan metadata internal yang sangat intensif.
